Legal Legitimacy of Fiscal Discretion in State Fund Placement Policy
Main Article Content
Dhara Syera Fatria*
Parluhutan Sagala
Pujo Widodo
Arief Fahmi Lubis
Indonesia’s fiscal management framework grants the government authority to implement policies that sustain national economic stability within the bounds of legality and accountability. One such policy is the 2025 State Placement Program, established through the Minister of Finance Decree No. 276 of 2025, which allocates IDR 200 trillion of public funds to state-owned banks to enhance liquidity and support growth. This study addresses the legal ambiguity surrounding this policy and aims to assess whether such discretion is legally and administratively legitimate within Indonesia’s fiscal governance framework. Using a normative-juridical method, the research analyzes its legal basis, mechanisms of accountability, and institutional coordination, particularly regarding the management of the Accumulated Budget Surplus (SAL) and the authority of the State General Treasurer (BUN). The findings show that fiscal discretion in this policy is legally justified when exercised according to statutory mandates and subject to transparent reporting under the State Revenue and Expenditure Budget Law (APBN). However, its implementation requires clear coordination within the Financial System Stability Committee (KSSK). The study concludes that the decree is a valid exercise of fiscal authority but necessitates stronger safeguards linking SAL and the APBN, reinforced institutional coordination, and risk-based monitoring to ensure compliance with the rule of law. The implications of this study highlight the importance of aligning discretionary fiscal actions with constitutional oversight mechanisms to preserve legality and public accountability in Indonesia’s financial administration.
Adji, I. S. (2009). Korupsi dan penegakan hukum. Diadit media.
Arief, M. I. (2022). Benang Merah Penyalahgunaan Kewenangan Dan Diskresi Antara Hukum Administrasi Dan Hukum Pidana (Korupsi). MCL Publisher.
Arsil, F., Ayuni, Q., & Mauleny, A. T. (2024). The disappearance of the ‘legislative model’’: Indonesian parliament’s experience in response to Covid-19.’ The Journal of Legislative Studies, 30(3), 265–287.
Asyikin, N., & Setiawan, A. (2020). Kedudukan kpk dalam sistem ketatanegaraan pasca diterbitkannya revisi undang-undang kpk. Justitia Jurnal Hukum, 4(1).
Cahyadini, A., & Jullianti, C. P. (2020). Dilematika Diskresi Keuangan, Kebijakan yang Dianggap Tabu. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 2(1), 137–159.
Hadjon, P. M. (2015). Peradilan Tata Usaha Negara dalam Konteks Undang-Undang No. 30 Th. 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Jurnal Hukum Dan Peradilan, 4(1), 51–64.
Illahi, B. K., & Haykal, H. (2021). Prinsip Dan Dinamika Hukum Keuangan Negara Darurat Dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 10(1), 1–22.
Juliani, H. (2020). Analisis yuridis kebijakan keuangan negara dalam penanganan pandemi covid-19 melalui peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2020. Administrative Law and Governance Journal, 3(2), 329–348.
Kumalaningdyah, N. (2019). Pertentangan Antara Diskresi Kebijakan Dengan Penyalahgunaan Wewenang Dalam Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 26(3), 481–499.
Muttaqin, & Rizal, A. (2025). Transforming the Quality of Regional Civil Servants Through Innovative Training Programmes. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, 7(3), 572–581.
Pratama, L. M. A. (2025). Konsep Pengaturan Hukum Keuangan Negara pada Situasi Darurat dalam Mengatasi Krisis Ekonomi dan Pemulihan Pasca Pandemi Covid-19 di Indonesia. Presidensial: Jurnal Hukum, Administrasi Negara, Dan Kebijakan Publik, 2(1), 87–106.
Rahmanto, G. T. Y. (2023). Implikasi Pengaturan Konglomerasi Keuangan Terhadap Sektor Perbankan di Indonesia Pasca Ditetapkannya Undang-Undang 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. Jurnal Hukum & Pembangunan, 53(3), 443–462.
Rissy, Y. Y. W. (2022). Pendekatan Negara Hukum Krisis Ekonomi: Upaya Mendamaikan Pertentangan antara Pembatasan dan Pelonggaran Hukum dan Diskresi Bagi Presiden (Eksekutif). Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 103–122. https://doi.org/10.24246/jrh.2022.v7.i1.p103-122
Sakti, F. T., Mubarok, A. R., Irawan, D., Setia, H. A., & Afifah, Z. N. (2024). Perspective of Public Financial Management: The Role of the Ministry of Finance and the Supreme Audit Agency in Indonesia. Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial, 22(2), 278–286.
Simatupang, D. P. N. (2021). Determinasi Keuangan Negara Guna Mewujudkan Keadilan Sosial (Social Equity) Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 51(2), 472–491. https://doi.org/10.21143/jhp.vol51.no2.3061
Sitorus, L. E. (2016). Kebijakan Bailout Century: Diskresi atau Kriminalisasi Kebijakan. Jurnal Hukum & Pembangunan, 46(1), 22–49.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2007). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sorik, S., & Dwiatmoko, A. (2022). Perdebatan Teoritis Terhadap Perluasan Ruang Lingkup Keuangan Negara di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 52(2), 406–428.














