Legal Certainty of Restitution for Victims of Human Trafficking Crimes
Main Article Content
Maulana Hilal Adnan*
Yuni Priskila Ginting
Case Number 7834 K/Pid.Sus/2024 concerns a human trafficking offence in which the cassation ruling imposed custodial punishment and mandated restitution calculated by the Witness and Victim Protection Agency (LPSK). This research is motivated by the need to protect victims' rights through restitution, despite ongoing implementation issues. Focusing on the degree of legal certainty in the implementation of restitution, this study analyzes the relevant decision through a normative juridical lens. The methodology incorporates statutory, conceptual, and case-based approaches, all of which are applied to secondary data consisting of primary legal sources, secondary literature, and tertiary references. The results showed that legal certainty regarding restitution for victims of human trafficking still faces various obstacles in Law No. 21 of 2007, which does not clearly regulate how to calculate, determine, and enforce compensation payments. The Supreme Court's decision in this case fills a legal void in Law No. 21 of 2007 by emphasizing that restitution must be calculated accurately based on the actual losses suffered by the victim, and recognizing the LPSK's calculation as a valid basis for determining the amount of restitution. It was concluded that the Supreme Court ruling strengthens legal certainty by legitimizing the LPSK's assessment, thereby providing a more concrete mechanism for enforcing restitution. The findings are expected to generate recommendations for law enforcement authorities and LPSK on the significance of enforcing restitution as an integral component of restoring victims’ rights and achieving justice in human trafficking cases.
Aisyah, N. M. (2025). Paradigma Filosofis dalam Penanganan Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. As-Syar i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga , 7(4 SE-Articles), 411–421. https://doi.org/10.47467/as.v7i4.10089
Asikin, A. Z. (2008). Pengantar metode penelitian hukum. Raja Grafindo Persada.
Bediona, K., Herliansyah, M. R. F., Nurjaman, R. H., & Syarifuddin, D. (2024). Analisis Teori Perlindungan Hukum Menurut Philipus M Hadjon Dalam Kaitannya Dengan Pemberian Hukuman Kebiri Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum Dan Masyarakat, 2(1), 1–25. https://journal.forikami.com/index.php/dassollen/article/view/557
Gonibala, T. L., Ismail, D. E., & Mustika, W. (2025). Pemenuhan Hak Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang terhadap Pemulangan dan Reintegrasi Sosial. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2), 1201–1209. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1181
Halilah, S., & Arif, M. F. (2021). Asas Kepastian Hukum Menurut Para Ahli. Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara, 4(2), 56–65. https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Siyasah/article/view/334
Ilma, H. A. (2024). Tantangan Mekanisme Non-Conviction Based Asset Forfeiture dalam Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset di Indonesia. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah Dan Hukum, 5(4), 321–344. https://doi.org/10.15642/mal.v5i4.373
Kriswiansyah, Z. D. (2023). Efektivitas Penerapan Restitusi Bagi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang yang Berkeadilan Pancasila. Recidive : Jurnal Hukum Pidana Dan Penanggulangan Kejahatan, 12(1), 424–438. https://doi.org/10.20961/recidive.v12i1.69868
Makhfudz, M. (2015). Kajian Praktek Perdagangan Orang di Indonesia. ADIL: Jurnal Hukum, 4(1), 225–244. https://doi.org/10.33476/ajl.v4i1.35
Manan, H. B. (1998). Beberapa Masalah Hukum Tata Negara. Alumni.
Mansur, D. M. A., & Gultom, E. (2007). Urgensi perlindungan korban kejahatan. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Marzuki, P. M. (2005). Penelitian Hukum. Kencana Pranada Media Group.
Muaja, H. S., & Lembong, R. R. (2024). Efektivitas Ketentuan tentang Hak Restitusi Sebagai Bentuk Perlindungan Hukum Bagi Anak Korban Tindak Pidana. Nuansa Akademik: Jurnal Pembangunan Masyarakat, 9(2), 385–398. https://doi.org/10.47200/jnajpm.v9i2.2511
Muawanah, U., Kurniasari, N., Soejarwo, P. A., & Yuliaty, C. (2020). Peran, Kepentingan Stakeholder dan Dukungan Kebijakan dalam Pengembangan Pariwisata Bahari Berbasis Budaya Bahari di Malaumkarta, Kabupaten Sorong. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan, 10(2), 157–168. https://doi.org/10.15578/jksekp.v10i2.8941
Novianti, A., & Frimer, T. (2025). Implementasi Hak Restitusi Terhadap Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang. Lareh Law Review, 2(2), 96–108. https://doi.org/10.25077/llr.2.2.96-108.2024
Nugroho, B., & Roesli, M. (2017). Analisa hukum tindak pidana perdagangan orang (human trafficking). Jurnal Bina Mulia Hukum, 2(1), 106–114. https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/jbmh/article/view/100
Nurillah, I., Albariansyah, H., Ervita, M., & Purnamawati, R. (2025). Ganti Kerugian Korban Serta Modus Praktik Perdagangan Orang. Sriwijaya Journal of Private Law, 2(1), 73–84. https://doi.org/10.28946/sjpl.v2i1.4806
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2007). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sulistiani, L. (2022). Problematika Hak Restitusi Korban Pada Tindak Pidana yang Diatur KUHP dan di Luar KUHP. Jurnal Bina Mulia Hukum, 7(1), 81–101. https://doi.org/10.23920/jbmh.v7i1.948
Susilo, E. W. A., Muan, A. H., & Ramadan, S. (2021). Analisis Pertimbangan Hakim dalam Memutus Kasus Tindak Pidana Penyelundupan Ikan ke Luar Wilayah Pengelolaan Perikanan Provinsi Banten (Studi Putusan Nomor 286/Pid.Sus/2018/PN Kla). OSF. https://doi.org/10.31219/osf.io/8h5ry
Tomakati, A. A. (2023). Konsepsi Teori Hukum Pidana Dalam Perkembangan Ilmu Hukum. Jurnal Hukum Pidana Dan Kriminologi, 4(1), 49–56. https://doi.org/10.51370/jhpk.v4i1.99
Zaidan, M. A. (2022). Menuju pembaruan hukum pidana. Sinar Grafika.














