THE EFFECT OF REGIONAL FINANCIAL PERFORMANCE ON REGIONAL FINANCIAL INDEPENDENCE IN THE PROVINCE OF CENTRAL JAVA
Main Article Content
Bernadetta Paradintya U*
Hafidz Habibillah Fauzi
This research was conducted to determine how a city or district area can be independent in financing all government operational activities without depending on the central government. This study aims to determine the factors that affect regional independence. This research is also used for evaluation in government financial management and decision-making for stakeholders in investing by seeing whether the area is independent or not. The research uses quantitative method based on secondary data, including data from the Central Statistics Agency (BPS) of Central Java Province in 2019, stating the number of districts as 29 and cities as many as 6 cities in Central Java. The sample selection used in this study used a purposive sampling technique where the data used in this study contained data from the 2015-2019 Regional Government Financial Reports. Data analysis uses panel data regression with data application processing, namely Eviews 10. The results of this study reveal several variables that affect regional financial independence; namely, efficiency ratios that have a positive effect on regional independence, capital expenditure compatibility ratios that have a positive impact on regional financial independence, and effectiveness ratios that have a positive effect on the level of regional financial independence. Meanwhile, the variable that does not affect the level of regional independence is operating expenditure.
Agustina, O., Setyawardani, T., & Astuti, T. (2012). A.(2013). Analisis Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah Dan Tingkat Kemandirian Daerah Di Era Otonomi Daerah: Studi Kasus Kota Malang (Tahun Anggaran 2007-2011). Skripsi. Jurusan Ilmu Ekonomi. FEB Unbraw.
Andriana, N. (2020). Pengaruh Dana Perimbangan dan Belanja Modal Terhadap Kemandirian Daerah. Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara (PKN), 1(2), 105–113.
Andriani, R. N. R., & Wahid, N. N. (2018). Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana perimbangan terhadap kemandirian keuangan daerah (studi kasus pada pemerintah kota tasikmalaya tahun 2006–2015). Jurnal Akuntansi, 13(1), 30–39.
Antaranews.com. (2019a). Bangun kemandirian keuangan, Jawa Tengah perlu berjuang tingkatkan PAD.
Antaranews.com. (2019b). Desentralisasi fiskal, PAD, dan kemandirian keuangan daerah.
Anynda, N. S., & Hermanto, S. B. (2020). Pengaruh Rasio Kemandirian Daerah, Efektifitas Pendapatan Asli Daerah, dan Pengelolaan Belanja Daerah Terhadap Kinerja Keuangan Daerah. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi (JIRA), 9(10).
Ariani, K. R., & Putri, G. A. (2016). Pengaruh belanja modal dan dana alokasi umum terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah.
Dinna, I. (2018). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Pertumbuhan Ekonomi Dan Tenaga Kerja Terserap Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Ponorogo Tahun 2007-2016. Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Ermawati, E., & Aswar, K. (2020). Assessing regional finance independence in Indonesian local governments. European Journal of Business and Management Research, 5(1).
Febriayanti, F., & Faris, M. (2019). Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah Pada Pemerintah Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2015-2017. Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban, 5(2).
Halim, A. (2007). Akuntansi Keuangan Daerah, Salemba Empat. Yogyakarta.
Handayani, T. U., & Erinos, N. R. (2020). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Belanja Modal Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Dengan Pertumbuhan Ekonomi Sebagai Variabel Moderating. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 2(1), 2348–2361.
Hariani, E., & Febriyastuti, R. (2020). The effect of fiscal stress, original local government revenue and capital expenditures on efficiency ratio of government independence performance. Jurnal Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 12(1), 18–25.
Hendawati, H., Komarasakti, D., & Ansori, S. (2018). The Effect of Capital Cost and General Allocation Fund To The Regional Financial Independence in Bandung City Government. The International Journal of Business Review (The Jobs Review), 1(2), 141–149.
Imawan, R., & Wahyudin, A. (2014). Analisis kemandirian keuangan daerah Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2010-2012. Accounting Analysis Journal, 3(2).
Kaunang, C. E. (2016). Analisis kinerja pengelolaan keuangan daerah dan tingkat kemandirian daerah di era otonomi daerah: Studi Pada Kota Manado (Tahun 2010-2014). Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 16(2).
Mahsun, M. (2006). Pengukuran kinerja sektor publik. Yogyakarta: BPFE.
Malau, E. I., & Parapat, E. P. S. (2020). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (Pad) Dan Belanja Modal Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis (EK&BI), 3(2), 332–337.
Mardiasmo. (2016). Akuntansi Sektor Publik. Andi.
Marizka, R. (2013). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana bagi hasil, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah pada Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat (Tahun 2006–2011). Jurnal Akuntansi, 1(3).
Nasution, A. P. (2019). Analysis Of Influence Of Regional Original Income, Central Government Transfers And Regional Shopping Efficiency On Regional Financial Independence. Accounting and Business Journal, 1(1), 1–16.
Nurhasanah. (2020). Fakto-Faktor yang mempengaruhi tingkat kemandirian keuangan daerah pada pemerintah kabupaten dan kota di provinsi Bengkulu. Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Sriwijaya.
Oktalina, G. (2020). Analysis of Regional Financial Performance through the Independence Ratio, Effectiveness Ratio, and Growth Ratio in the District South Bangka. International Journal of Finance Research, 1(2), 60–73.
Periansya, P. (2019). Analisis Pengaruh Kemandirian Keuangan Daerah Pada Kabupaten/Kota Di Provinsi Sumatera Selatan. I-Finance: A Research Journal on Islamic Finance, 5(2), 165–180.
Puspitasari, N. L. P. L., Adiputra, I. M. P., SE, S. H., Si, M., & Sulindawati, N. L. G. E. (2015). Pengaruh Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Kinerja Keuangan Daerah dengan Pendapatan Asli Daerah sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus di Kabupaten Buleleng). JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha, 3(1).
Renyaan, J. P. A., Ubud, S., & Idrus, M. S. (2012). Djumahir.(2012). Effect of Fiscal Autonomy and Economic Growth on Local Financial Performance (A Study on Local Government of Papua Province). International Journal of Business and Management Invention, 1(1), 16–21.
Saputra, D. (2014). Analisis Kemandirian Dan Efektivitas Keuangan Daerah Pada Kabupaten Dan Kota Di Propinsi Sumatera Barat. Jurnal Akuntansi, 2(1).
Simatupang, F. fernando. (2016). Pengaruh dana perimbangan, belanja modal dan belanja pegawai terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah. Repository Usu.
Sukarmi, N. W., & Iga, N. B. (2016). Alokasi belanja modal sebagai pemoderasi pengaruh kinerja keuangan pada pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 5(2016), 545–572.
Susanto, Y., & Rahayu, S. W. (2021). Analysis of Regional Financial Management of North Bengkulu District Towards Regional Independence in The Autonomy Era. Ilomata International Journal of Management, 2(1), 1–7.
Tolosang, K. D. (2018). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Kota Tomohon. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 18(3).
Wira, H., & Suyana, U. M. (2019). Analysis of factors that influence the independence of regional finance in West Nusa Tenggara Province. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 89(5), 169–175.
Yulia, S. (2020). Pengaruh Belanja Modal dan Belanja Pegawai Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah, Studi Empiris pada Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat. Universitas Mahaputra.













